Minggu, 09 Desember 2018

Ngaji siang

 #

☆PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN IMAM SYAFI'I☆

       "Apa Dalil Anda Tentang Keberadaan Sang Pencipta"
Pada suatu dhuha,ada seorang laki2 yang bertanya kepada Imam Syafi'i, "wahai Abu Abdillah,apa dalil anda tentang keberadaan Pencipta?".
  Imam Syafi'i menjawab, "Daun pohon murbei".
  Laki2 itu bertanya, "Apa yang anda maksudkan?".
  Imam Syafi'i berkata, "Rasa,warna,bau,& karakternya satu.Akan tetapi,ketika di makan ulat sutra,maka ulat tersebut  mengeluarkan sutra.ktk dmakan lebah,mk yg dia kluarkn adl madu.ktk dmkn domba &dia tumbuh besar,mk ia mngluarkn susu,& ktk dmkan oleh antelop&mnjdi nutrisinya,lalu muncul bau kesturi.
Mk siapakh yg tlh mnjdikn brbgai macam produksi ini,pdhl makanannya sama?
Dia adl Allah."
🌟🌟🌟

Saudaraku,,,,
Kita punya Allah,
Dia punya kuasa,
Kekuasaannya di atas kekuasaan hamba-Nya,
Brsandarlah pada kekuasaan-Nya,niscaya Tawadhu' (rendah hati) yg kt rasa,

من تواضع لله رفعه الله

" siapa yg rendah hati karena Allah,maka Allah akan mengangkat derajatnya"

🌹🌹🌹🌹🌹

Ya Robb,,,
Berilah kmnfaatan kpd kami berkat para kekasih Mu.
🤲🤲🤲

Minggu, 02 Desember 2018

Kegiatan Maulid Kanjeng Nabi Muhammad SAW

berikut foto foto kegiatan maulid Kanjeng Nabi Muhammad SAW di Nurul Ummah Bangsri Karangpandan, Karanganyar dan di barengkan dengan Rutinan Rotib al Hadad setiap malam sabtu kliwon, berjalan dengan lancar berkat doa jama,ah semua dan rahmatnya Alloh SWT..









Rabu, 28 November 2018

Kegiatan Maulid

URUNAN KANGGE HURMAT MAULID NABI MUHAMMAD SAW NURMA (Malam Sabtu Kliwon)

 URUNAN KANGGE HURMAT MAULID NABI MUHAMMAD SAW NURMA (Malam Sabtu Kliwon)

01. M. Sholeh Masrur : 150.000
02. Sugeng : 100.000
03. Wandhi : 150.000
04. Sugiyatno : 100.000
05. Irfan ZA : 50.000
06. Maman F. : 100.000
07. Farida Ulfah :100.000
08. Supriyono : 100.000
09. Suharsini : 100.000
10. Latif : 100.000
11. Dawam : 100.000
12. Mulato : 50.000
13. Atina : 50.000
14. Sugiman Koncang : 200.000
15. Pariono : 100.000
16. Slamet A : air mineral 40 dus
17. Imam R : 100.000
18. Karjo : 100.000
19. Sri Sulami : 50.000
20. Sukadi : 50.000
21. Sugiman Bendungn : 100.000
22. Malis Bendungan : 50.000
23. Suyanto Ngablak : 150.000
24. Suparmin : 50.000
25. Parwini : 50.000
26. Heru : 50.000
27. Paimin : 100.000
28. Agus Wiyono : 100.000
29. Mas Pur Singit : 150.000
30. M. Hanafi : 100.000
31. H.M. Saerofi : 100.000
32. Ahmad Ngablak : 50.000
33. Anto Tlogo : 100.000
34. Sa'ad : 50.000
35. Pakdhe Maryo : 100.000
36. Ibu Eni Sri Surani : 100.000
37. Lara Nur H : 50.000
38. Marsya : 50.000
39. Habibah : 50.000
40. Lathifah : 50.000
41. Hartono : 100.000
42. Atifa : 50.000
43. Naqib : 50.000
44. Suharto : 100.000
45. NN Koncang : 500.000
46. Suharti : 100.000
47. NN : 150.000
48. Sugimin Ngablak : 50.000
49. Yatno Milir : 25.000
50. Sumidi : 100.000
51. Masyithoh : 20.000
52. Madi : 50.000
53. Sriyani : 50.000
54. Satriya : 50.000
55. Alfa Zetta : 50.000
56. Fiki : 50.000
57. Abah Slamet + 500.000
58. Bu Andre : 50.000
59. Frisna : 50.000
60. NN Ngumpeng : 50.000
61. Kastono : 50.000
62. Wagimin : 10.000
63. Mudzakir : 20.000
64. Abah Slamet + 500.000
65. Ahmad Romli : 100.000
66. Suyatno Klangon : 100.000
67. NN : 100.000
68. Fahry HE : 55.000
69. Sri Rahayu Tlogo : 50.000
70. Taryono Ngreso : 100.000
71. Yatno Sendangsongo : 50.000
72. Gilang R Punukan : 25.000
73.Rovicky Brenggolorejo : 50.000
74.Panggiyo : 100.000
75.PAUD NURMA : 300.000
76.ust Umar : 100.000
77. Surati Tlogo : 70.000
78.Ika Selourik : 100.000
79.NN : 100.000
80. bu Ning Ngunut : 100.000
81.Bu Jumari : 25.000
82. Bu Yuni : 150.000
_______
Jumlah sementara
Rp. 7.820.000,-
Plus Air Mineral
40 Dus
_______
83.
84.
85.

Senin, 26 November 2018

Cerita dari cina

SENDOK PANJANG
Ada sebuah cerita China kuno tentang seorang pria yang akan segera meninggal. Dia ingin sekali tahu seperti apa Neraka dan Surga itu. Lantas dia mengunjungi seorang tua bijak di desanya dan memohon petunjuk tentang seperti apa neraka dan surga. Orang bijak itu mengajaknya ke sebuah rumah makan unik yang ada di desanya. Dimana di rumah makan itu menyediakan semua masakan lezat dengan gratis dengan syarat hanya boleh makan dimeja khusus dengan peralatan khusus.
Meja khusus itu adalah meja yang berukuran besar, dengan segala makanan enak terhidang diatasnya dan sepasang sendok dengan ukuran sepanjang hampir 1 meter untuk mengambil makanan yang berada ditengah meja makan besar itu. Pria itu melihat beberapa orang yang lapar (rakus karena makanan itu gratis) mencoba mengambil makanan sebanyak-banyaknya, namun mereka kesulitan saat akan menyuapkan ke mulutnya masing-masing menggunakan sendok panjang itu.
Karena emosi, setiap orang yang berada dimeja itu mengeluarkan sumpah serapah dan makian sehingga ramai lah ruang makan itu dengan segala macam hujatan, bahkan tak jarang mereka ada yang berkelahi satu dengan yang lain. Sang pria itu pun berkata,
"Aku sudah mengerti seperti apa neraka itu, sekarang tunjukan kepadaku seperti apa itu surga"
Lalu orang bijak itu mengajaknya ke ruang yang lain, dengan kondisi yang sama dengan yang sebelumnya, meja besar dan tentu sendok sepanjang hampir 1 meter. Namun, begitu masuk pria itu melihat semua orang yang sedang duduk makan terlihat bahagia, tertawa dan bercanda, tidak terdengar sedikitpun makian dan sumpah serapah seperti diruang sebelumnya. Pria itu bertanya
"Mengapa disini semua orang bahagia, padahal mereka mendapatkan kondisi yang sama dengan ruang yang lain? Mereka bisa makan dengan tenang dan kenyang tidak seperti ruangan yang sebelumnya"
Lalu, pria itu melihat mereka yang duduk dimeja besar itu saling menyuapkan makanan dari yang satu kepada yang lain dengan sendok yang panjang itu, Saling memberi makan satu dengan yang lain, tidak terlihat sedikitpun rebutan makanan yang dihidangkan. Sang bijak menjelaskan,
"Jika kamu ingin merasakan surga di bumi, berusahalah membantu mereka yang kekurangan dan mereka yang membutuhkan, karena SURGA sedemikian sederhana, syaratnya hanya beriman, berbagi dan melayani sesama,".
Jangan menciptakan nerakamu sendiri lewat keegoisan dan amarah. Tebarkanlah jala kebaikan kepada sesama!

Minggu, 18 November 2018

Ngaji kaweruh



Atur pangemut&ksuwun rwh poro MUHIBBIN (pecinta klrga Nabi,pecinta mjls dzkir&ilmu ) bnjg mlm SABTU KLIWON,26 Okt wntn Nurul Ummah Kali mas,Bangsri,Krpd :Dzikir Rtbl Hdd&Pgaosn.
Mg Alloh SWT paring kmnfaatan&kbrkhan dumateng panggesangan kito.
🤲🤲🤲
SALAM PASEDEREAN SESAMI MUSLIM.

المسلم اخوالمسلم.





Renungan


  # RENUNGAN #

Jangan jadikn pndangan kt spt MATA LALAT,yg suka mncari benda yg BUSUK&BURUK
(Yaitu sll mncari kslahan&kkhilafn org lain)
😡😡😡
Tapi,jadilah spt mata LEBAH,yg suka mncari d manakah letaknya WEWANGIAN&MANISAN.
(Yaitu sll mmandang kbaikn org lain&mlupakn sgl kkhilafannya)
🌟🌟🌟😍🌹
Ya Robb,bantu kami utk selalu BERDZIKIR kepada-Mu,BERSYUKUR atas nikmat2-Mu&BAIKNYA PENGABDIAN kpd-Mu.
🤲🤲🤲

Kamis, 01 November 2018

Donasi bencana alam

اللهم صل على سيدنامحمد.....
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

NURMA PEDULI BENCANA
-----------------------------
1. Pemuda Ngringin, Bangsri : 
    Rp 205.000,-
2. Majelis Ahad Pagi Kawedanan
    Rp 1.487.000,-
3. Mas Andi, Berjo : Rp 500.000,-
4. TPQ-MADIN NURMA : 
    Rp 764.000,-
5. Santri Pondok NURMA : 
    Rp 150.000,-
6. Farida Ulfa & Anak-anak : 
    Rp 250.000,-
7. PAUD NURMA : 
    Rp 2.045.000,-
8. Ibu Sri Wahyuni, Karangpndan
    Rp 300.000
9. Majelis Roudhotul Jannah, 
    Gedangan, Salam : Rp 250.000
10. Bp Slamet Ariyanto, Pulerejo 
      Plosorejo, Mts: Rp 1.200.000
11. MI NURMA : Rp 1.030.000,-
12. Majelis Nariyah, Bangsri : 
      Rp 100.000,-
13. Bpk Paryono, Ngringin, 
      Bangsri : Rp 100.000,-
14. Karang Taruna Koncang : 
      Rp 329.000,-
15. Majelis Nurul Dholam, 
      Koncang : Rp 520.000,-
16. Warga Toyo, Bangsri : 
      Rp 500.000,-
17. Jamaah Masjid Al Hidayah 
      Tegalsari, Gayamdompo : 
      Rp 2.200.000,-
18. Jamaah Yasinan Masjid Al 
      Falah Jangganan, Bangsri : 
      Rp 500.000,-
19. Bp Sugiman Bendungan
      Bangsri : Rp 50.000
20. MT NURMA malam Senin : 
      Rp 560.000,-
21. Bp Agus, Ngringin, Bangsri : 
      Rp 200.000,-
22. Majelis An Nuroniyyah 
      Nigasan : Rp 1.022.000,-
23. Himpunan Pedagang Pasar 
      Twmg : Rp 3000.000,-
24. Majelis Al Amin Klatak, Krpd : 
      Rp 516.000
25. Majelis Nurul Mushthofa 
      Ngipik, Bgsri : Rp 500.000
26. Majelis Rotibul Hdd Keprabon
      Krpd : Rp 905.000,-
27. Alumni 83 SMPN 01 Krpd : 
      Rp 3.500.000,-
28. Jamaah Masjid Al Hikmah
      Twmg : Rp 2.400.000,-
29. Majelis Nurus Salam
      Tohkuning : Rp 420.000,-
30. Karang Taruna Salam
      Tohkuning : Rp 500.000,-
31. Karang Taruna Gedangan
      Salam : Rp 375.000,-
32. Fahmi-Fahri Teras, Boyolali : 
      Rp 200.000,-
33. TPQ Tamansari, Kerjo : 
      Rp 100.000,-
34. Jamaah Majlis Gondngtmpe 
      Matesih 1.: Rp 1.100.000,-
35. Jamaah Masjid At Taqwa 
      Ngreso, Nglebak, Twmg : 
      Rp 500.000,-
36. Karang Taruna Putra Lawu 
      Seledok, Girimulyo : 
      Rp 600.000,-
37. PAC Muslimat NU Kecamatan
      Ngargoyoso : Rp 980.000,-
38. Karang Taruna Wonoketi
      Ngemplak : Rp 500.000,-
39. Jamaah Masjid At Taqwa Jetu
      Tegalgede, Karanganyar : 
      Rp 396.000,-
40. Jamaah Ngablak, Ngemplak : 
      Rp 400.000,-
41. Jamaah Al Amin Ngringin
      Bangsri : Rp 260.000,-
42. Jamaah Rotib Al Haddad
      Nglenjing : Rp 384.000,-
43. KSU LKI Karomah
      Ngargoyoso Rp : 1.000.000,-
44.jamaah mjls Gondangtempe Matesih ,2 : Rp 520.000,-

JUMLAH SEMENTARA 
Rp. 33.318.000,- 

# Penerimaan dana terakhir hari Jumat, 26 Oktober 2018
Buat bencana alam di palu dan donggala.. semoga bermanfaat ..amin
dan sudah dikirim hari ini lewat tvone peduli

makam mbh priok

MBAH PRIOK; HABIB HASAN BIN MUHAMMAD AL-HADDAD

Pintu Gerbang Makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad
Pintu Gerbang Makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad
Habib Hasan bin Muhammad Al-Haddad lahir di di Ulu, Palembang, Sumatera selatan, pada tahun 1291 H / 1870 M. Semasa kecil beliau mengaji kepada kakek dan ayahnya di Palembang. Saat remaja, beliau mengembara selama babarapa tahun ke Hadramaut, Yaman, untuk belajar agama, sekaligus menelusuri jejak leluhurnya, Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, Shohib Ratib Haddad, yang hingga kini masih dibaca sebagian besar kaum muslimin Indonesia. Beliau menetap beberapa tahun lamanya, setelah itu kembali ke tempat kelahirannya, di Ulu, Palembang
Ketika petani Banten, dibantu para Ulama, memberontak kepada kompeni Belanda (tahun 1880), banyak ulama melarikan diri ke Palembang; dan disana mereka mendapat perlindungan dari Habib Hasan. Tentu saja pemerintah kolonial tidak senang. Dan sejak itu, beliau selalu diincar oleh mata-mata Belanda.
Pada tahun 1899, ketika usianya 29 tahun, beliau berkunjung ke Jawa, ditemani saudaranya, Habib Ali Al-Haddad, dan tiga orang pembantunya, untuk berziarah ke makam Habib Husein Al Aydrus di Luar Batang, Jakarta Utara, Sunan Gunung Jati di Cirebon dan Sunan Ampel di Surabaya. Dalam perjalanan menggunakan perahu layar itu, beliau banyak menghadapi gangguan dan rintangan. Mata-mata kompeni Belanda selalu saja mengincarnya. Sebelum sampai di Batavia, perahunya di bombardier oleh Belanda. Tapi Alhamdulillah, seluruh rombongan hingga dapat melanjutkan perjalanan sampai di Batavia.
Dalam perjalanan yang memakan waktu kurang lebih dua bulan itu, mereka sempat singgah di beberapa tempat. Hingga pada sebuah perjalanan, perahu mereka dihantam badai. Perahu terguncang, semua perbekalan tumpah ke laut. Untunglah masih tersisa sebagian peralatan dapur, antara lain periuk, dan beberapa liter beras. Untuk menanak nasi, mereka menggunakan beberapa potong kayu kapal sebagai bahan bakar. Beberapa hari kemudian, mereka kembali dihantam badai. Kali ini lebih besar. Perahu pecah, bahkan tenggelam, hingga tiga orang pengikutnya meninggal dunia. Dengan susah payah kedua Habib itu menyelamatkan diri dengan mengapung menggunakan beberapa batang kayu sisa perahu. Karena tidak makan selama 10 hari, akhirnya Habib Hasan jatuh sakit, dan selang beberapa lama kemudian beliaupun wafat.
Sementara Habib Ali Al-Haddad masih lemah, duduk di perahu bersama jenazah Habib Hasan, perahu terdorong oleh ombak-ombak kecil dan ikan lumba-lumba, sehingga terdampar di pantai utara Batavia. Para nelayan yang menemukannya segera menolong dan memakamkan jenazah Habib Hasan. Kayu dayung yang sudah patah digunakan sebagai nisan dibagian kepala; sementara di bagian kaki ditancapkan nisan dari sebatang kayu sebesar kaki anak-anak. Sementara periuk nasinya ditaruh disisi makam. Sebagai pertanda, di atas makamnya ditanam bunga tanjung. Masyarakat disekitar daerah itu melihat kuburan yang ada periuknya itu di malam hari selalu bercahaya. Lama-kelamaan masyarakat menamakan daerah tersebut Tanjung periuk. Sesuai yang mereka lihat di makam Habib Hasan, yairtu bunga tanjung dan periuk.
Konon, periuk tersebut lama-lama bergeser dan akhirnya sampai ke laut.
Banyak orang yang bercerita bahwa, tiga atau empat tahun sekali, periuk tersebut di laut dengan ukuran kurang lebih sebesar rumah. Diantara orang yang menyaksikan kejadian itu adalah anggota TNI Angkatan Laut, sersan mayor Ismail. Tatkala bertugas di tengah malam, ia melihat langsung periuk tersebut.
Karena kejadian itulah, banyak orang menyebut daerah itu : Tanjung Periuk.
Sebenarnya tempat makam yang sekarang adalah makam pindahan dari makam asli. Awalnya ketika Belanda akan menggusur makam Habib Hasan, mereka tidak mampu, karena kuli-kuli yang diperintahkan untuk menggali menghilang secara misterius. Setiap malam mereka melihat orang berjubah putih yang sedang berdzikir dengan kemilau cahaya nan gemilang selalu duduk dekat nisan periuk itu. Akhirnya adik Habib Hasan, yaitu Habib Zein bin Muhammad Al-Haddad, dipanggil dari Palembang khusus untuk memimpin doa agar jasad Habib Hasan mudah dipindahkan. Berkat izin Allah swt, jenazah Habib Hasan yang masih utuh, kain kafannya juga utuh tanpa ada kerusakan sedikitpun, dipindahkan ke makam sekarang di kawasan Dobo, tidak jauh dari seksi satu sekarang.
Salah satu karomah Habib Hasan adalah suatu saat pernah orang mengancam Habib Hasan dengan singa, beliau lalu membalasnya dengan mengirim katak. Katak ini dengan cerdik lalu menaiki kepala singa dan mengencingi matanya. Singa kelabakan dan akhirnya lari terbirit-birit.
( Al – Kisah No. 07 / Tahun III / 28 Maret – 10 April 2005 & No. 08 / Tahun IV / 10-23 April 2006 )
Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R.A kurang lebih 23 tahun dimaqamkan, pemerintah belanda pada saat itu bermaksud membangun pelabuhan di daerah itu. Pada saat pembangunan berlangsung banyak sekali kejadian yang menimpa ratusan pekerja (kuli) dan opsir belanda sampai meninggal dunia. Pemerintah belanda menjadi bingung dan heran atas kejadian tersebut dan akhirnya menghentikan pembangunan yang sedang dilaksanakan.
Rupanya pemerintah belanda masih ingin melanjutkan pembangunan pelabuhan tersebut dengan cara pengekeran dari seberang (sekarang dok namanya), alangkah terkejutnya mereka saat itu ketika melihat ada orang berjubah putih sedang duduk dan memegang tasbih di atas maqam. Maka dipanggil beberapa orang mandor untuk membicarakan peristiwa tersebut. Setelah berembuk diputuskan mencari orang yang berilmu yang dapat berkomunikasi dengan orang yang berjubah putih yang bukan lain adalah Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R.A. setelah berhasil bertemu orang berilmu yang dimaksud (seorang kyai) untuk melakukan khatwal, alhasil diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.Apabila daerah (tanah) ini dijadikan pelabuhan oleh pemerintah  belanda tolong sebelumnya pindahkanlah saya terlebih dulu dari tempat ini.
2.Untuk memindahkan saya, tolong hendaknya hubungi terlebih dulu adik saya yang bernama Al Arif Billah Al Habib Zein Bin Muhammad Al Haddad R.A yang bertempat tinggal di Ulu Palembang, Sumatera Selatan.
Akhirnya pemerintah belanda menyetujui permintaan Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R.A (dalam khatwalnya) kemudian dengan menggunakan kapal laut mengirim utusannya termasuk orang yang berilmu tadi untuk mencari Al Arif Billah Al Habib Zein Bin Muhammad Al Haddad R.A yang bertempat tinggal di Ulu, Palembang.
Al Arif Billah Al Habib Zein Bin Muhammad Al Haddad R.A sangat mudah ditemukan di Palembang, sehingga dibawalah langsung ke Pulau Jawa untuk membuktikan kebenarannya. Al Arif Billah Al Habib Zein Bin Muhammad Al Haddad R.A dalam khatwalnya membenarkan “Ini adalah maqam saudaraku Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R.A yang sudah lama tidak ada kabarnya.”
Selama kurang lebih 15 hari lamanya Al Arif Billah Al Habib Zein Bin Muhammad Al Haddad R.A menetap untuk melihat suasana dan akhirnya Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R.A dipindahkan di jalan Dobo yang masih terbuka dan luas. Dalam proses pemindahan jasad Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R.A masih dalam keadaan utuh disertai aroma yang sangat wangi, sifatnya masih melekat dan kelopak matanya bergetar seperti orang hidup.
Setelah itu Al Arif Billah Al Habib Zein Bin Muhammad Al Haddad R.A meminta kepada pemerintah belanda agar maqam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R.A itu dipagar dengan kawat yang rapih dan baik serta diurus oleh beberapa orang pekerja. Pemerintah belanda pun memenuhi permintaan Al Arif Billah Al Habib Zein Bin Muhammad Al Haddad R.A.
Setelah permintaan dipenuhi Al Arif Billah Al Habib Zein Bin Muhammad Al Haddad R.A meminta waktu 2 sampai 3 bulan lamanya untuk menjemput keluarga beliau yang berada di Ulu, Palembang. Untuk kelancaran penjemputan itu, pemerintah belanda memberikan fasilitas. Dalam kurun waktu yang dijanjikan Al Arif Billah Al Habib Zein Bin Muhammad Al Haddad R.A kembali ke Pulau Jawa dengan membawa serta keluarga beliau.
Dalam pemindahan jenazah Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Hadda R.A tersebut banyak orang yang menyaksikan diantaranya :
1.Al Habib Muhammad Bin Abdulloh Al Habsy R.A
2.Al Habib Ahmad Dinag Al Qodri R.A, dari gang 28
3.K.H Ibrahim dari gang 11
4.Bapak Hasan yang masih muda sekali saat itu
5.Dan banyak lagi yang menyaksikan termasuk pemerintah belanda
Kemudian Bapak Hasan menjadi penguru maqam Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Hadda R.A. Saat ini semua saksi pemindahan tersebut sudah meninggal. Merekalah yang menyaksikan dan mengatakan jasad Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Hadda R.A masih utuh dan kain kafannya masih mulus dan baik, selain itu wangi sekali harumnya.
Dipemakaman itulah dikebumikan kembali jasad Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Hadad R.A yang sekarang ini pelabuhan PTK (terminal peti kemas) Koja Utara, Kecamatan Koja, Tanjung Priuk – Jakarta Utara.
Setelah pemindahan maqam banyak orang yang berziarah ke maqam Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Hadda R.A sebagaimana yang diceritakan oleh putera Al Arif Billah Al Habib Zein Bin Muhammad Al Haddad R.A yaitu Al Arif Billah Al Habib Ahmad Bin Zein Al Haddad R.A.
Pada Tahun 1841 Al Arif Billah Al Habib Zein Bin Muhammad Al Haddad R.A di gang 12 kelurahan Koja Utara kedatangan tamu yaitu Al Arif Billah Al Habib Ali Al Haddad R.A (orang yang selamat dalam perjalanan dari Ulu, Palembang ke Pulau Jawa) dan beliau menceritakan kejadian yang dialaminya bersama Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Hadad R.A beserta 3 orang azami. Cerita tersebut disaksikan Al Arif Billah Al Habib Ahmad Bin Zein Al Haddad R.A. Dari cerita itulah maka dijadikannya Maqib Maqom Kramat Situs Sejarah Tanjung Priuk (dalam pelabuhan peti kemas (TPK) Koja, Tanjung Priuk, Jakarta Utara).

Ngaji siang

 # ☆PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN IMAM SYAFI'I☆        "Apa Dalil Anda Tentang Keberadaan Sang Pencipta" Pada suatu dhuha,ada s...