KEUTAMAAN ZIARAH KUBUR PADA HARI JUMAT
Oleh : Dafid Fuadi (Direktur Aswaja NU Center Kabupaten Kediri)
عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ فَقَرَأَ عِنْدَهُمَا ، أَوْ عِنْدَهُ يس ، غُفِرَ لَهُ بِعَدَدِ كُلِّ آيَةِ أَوْ حَرْفٍ. ( رواه أبو نعيم الأصبهاني في أخبار أصبهان : 2026 (10/ 123)
Dari Abu Bakr ash Shiddiq Radhiallahu ‘Anhu ia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Barangsiapa menziarahi kubur kedua orang tuanya setiap hari Jum’at, kemudian membaca surat Yasin di sisinya atau salah satunya, maka dosanya akan diampuni sejumlah ayat-ayat atau huruf-huruf yang dibacanya. (HR. Abu Nu’aim al Ashbihani dalam kita Akbar Ashbihan : 2026 (10/ 123)
– عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ:”مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا فِي كُلِّ جُمُعَةٍ غُفِرَ لَهُ وَكُتِبَ بَرًّا” (رواه الطَّبَرَانِيُّ في مُعْجَمِهِ الْكَبِيْرِ : 193 (19/ 85)
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu ia berkata : Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Barangsiapa menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya setiap hari Jum’at, maka dosanya akan diampuni dan dicatat sebagai orang yang telah berbuat baik kepada orang tua. (HR. ath Thabarani dalam kitabnya al-Mu’jam al-Kabir : 193 (19/ 85) )
Kedua hadits tersebut memang dha’if ( lemah ) dari segi sanad, tapi para Ulama hadits dari kalangan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sepakat bolehnya mengamalkan hadits dha’if dalam masalah fadhailul a’mal. Di samping itu, ada banyak hadits-hadits shahih lain yang menjadi penguat hadits tersebut. Dengan demikian kedua hadits ini bisa diamalkan. Meski dalam hadits ini tentang ziarah ke makam kedua orang tua yang telah wafat, tentunya juga berlaku ke makam-makam lain, mengingat keutamaan tentang hari Jum’at yang cukup banyak telah disebutkan dalam hadits-hadits Rasulullah.
Keterangan tambahan:
Dalam Kitab At-Tajrid li Naf‘il ‘Abid ala Syarhil Manhaj diterangkan oleh Sulaiman bin Umar bin Muhammad Al-Bujairimi:
Ada waktu-waktu khusus untuk ziarah kubur agar lebih dekat dengan penghuninya.
فائدة: روح الميت لها ارتباط بقبره ولا تفارقه أبدا لكنها أشد ارتباطا به من عصر الخميس إلى شمس السبت، ولذلك اعتاد الناس الزيارة يوم الجمعة وفي عصر الخميس، وأما زيارته صلى الله عليه وسلم لشهداء أحد يوم السبت فلضيق يوم الجمعة عما يطلب فيه من الأعمال مع بعدهم عن المدينة ق ل وبرماوي و ع ش على م ر
“Faidah: Roh mayit itu memiliki tambatan pada kuburnya. Ia takkan pernah berpisah selamanya. Tetapi, roh itu lebih erat bertambat pada kubur sejak turun waktu Ashar di hari Kamis hingga fajar menyingsing di hari Sabtu. Karenanya, banyak orang melazimkan ziarah kubur pada hari Jum‘at dan waktu Ashar di hari Kamis. Sedangkan ziarah Nabi Muhammad SAW kepada para syuhada di perang Uhud pada hari Sabtu lebih karena sempitnya hari Jum‘at oleh pelbagai amaliyah fadhilah Jum‘at sementara mereka jauh dari kota Madinah. Demikian keterangan Qaliyubi, Barmawi, dan Ali Syibromalisi atas M Romli.”
والله اعلم بالصواب...